Jembatan Iman dan Budaya: Peran Pemuda Papua dalam Pertemuan Bersejarah Gereja di Indonesia dan Rusia
- imaparusia
- 8 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Pada Maret 2026 Peran pemuda Papua menghubungkan dua dunia berbeda melalui iman dan budaya. Tim misi dari Gereja “Word of Life” di Irkutsk, Rusia, melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan gereja-gereja besar seperti Qahal Family (GBI Api Roh Kudus) dan JPCC (Jakarta Praise Community Church). Di balik keberhasilan pertemuan ini, ada peran sentral IMAPA, Reef Sweny (Demisioner Presiden dan Majelis Penasihat IMAPA), yang menjadi jembatan komunikasi dan budaya antara kedua negara.


Perjalanan dan Tujuan Kunjungan
Kunjungan yang berlangsung dari 19 hingga 26 April 2026 ini bukan sekadar perjalanan biasa. Tim misi yang terdiri dari lima orang membawa misi mempererat hubungan antar gereja Protestan terbesar di Rusia dengan komunitas gereja di Indonesia. Mereka ingin berbagi nilai-nilai iman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Papua, ke panggung internasional.
Reef Sweny, yang telah tinggal di Rusia selama enam tahun dan pernah menjabat sebagai Presiden Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) di Rusia, mengambil peran penting sebagai perencana dan penerjemah utama. Ia memastikan komunikasi berjalan lancar dan membantu kedua belah pihak memahami konteks budaya dan spiritual masing-masing.
Peran Reef Sweny sebagai Jembatan Budaya dan Bahasa
Reef Sweny mengungkapkan bahwa pengalamannya di Rusia memberinya wawasan mendalam tentang bagaimana membangun hubungan lintas budaya. Ia tidak hanya menerjemahkan bahasa, tetapi juga menjelaskan nilai-nilai dan tradisi yang melekat pada setiap kata dan tindakan.
“Saya lahir dan besar di Indonesia, tetapi juga telah menjadi bagian dari komunitas gereja di Rusia hampir enam tahun. Ketika tim kami tiba di Jakarta, saya merasa terpanggil untuk menjadi jembatan, bukan hanya dalam bahasa, tetapi juga dalam budaya dan iman,” ujar Reef.
Peran Reef ini menunjukkan bagaimana seorang pemuda Papua dapat memainkan peran penting dalam diplomasi keagamaan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Ia menjadi contoh nyata bahwa keberagaman Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam membangun hubungan internasional.

Selama seminggu di Jakarta, rombongan tidak hanya melakukan kebaktian bersama, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang menunjukkan rasa hormat terhadap keragaman Indonesia. Mereka mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan simbol kebhinekaan.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar jemaat, tetapi juga membuka wawasan tim misi Rusia tentang kekayaan budaya dan toleransi beragama di Indonesia.
Pertemuan ini membuka peluang baru untuk kolaborasi antar gereja dari dua negara yang berbeda budaya dan bahasa. Selain memperkuat ikatan rohani, pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya yang memperkaya kedua belah pihak.
Reef Sweny berharap bahwa peran pemuda Papua dalam momen ini dapat menginspirasi generasi muda lain untuk aktif dalam membangun jembatan antar budaya dan agama. Ia percaya bahwa keberagaman Indonesia adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan diperkenalkan ke dunia.

Pertemuan bersejarah ini menunjukkan bagaimana peran individu dapat membawa perubahan besar dalam hubungan antar bangsa dan agama. Reef Sweny membuktikan bahwa dengan keberanian dan dedikasi, seorang pemuda Papua dapat menjadi penghubung penting antara dua budaya yang berbeda.
Kisah ini mengajak kita untuk melihat lebih jauh tentang pentingnya komunikasi dan pemahaman lintas budaya dalam membangun dunia yang lebih damai dan harmonis. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus membuka pintu dialog dan kerja sama antar komunitas di seluruh dunia.
.png)



Komentar